Pengenalan Sutradara Televisi

Sutradara Televisi adalah:

Sebutan bagi seseorang yang mempunyai profesi menyutradarai Program Acara Televisi baik untuk Drama ataupun Nondrama, dalam produksi single ataupun Multi Camera. (Naratama : 2004)

Perbedaan Sutradara dan Pengarah PengarahAcara Acara

Director (Sutradara), seorang yang bertanggung jawab terhadap kualitas gambar (film) yang tampak di layar dimana di
dalamnya ia bertugas mengontrol teknik sinematik, penampilan pemeran, kredibilitas dan kontinuitas cerita yang disertai elemen-elemen dramatik pada produksinya
Pengarah Acara Televisi (Program Directing) Adalah seseorang yang mempunyi profesi untuk bertanggung jawab terhadap kreativitas dan kualitas gambar yang tampak di layar di mana di dalamnya ia bertugas mengontrol teknik sinematik, mempelajari dan meliput jalannya acara, dan memimpin kerabat kerja berbagai bidang televisi seperti penata kamera, penata lampu, penata audio dan lain-lain, hingga menjadi tontonan yang berbobot dan dapat dinikmati
Perbedaan antara sutradara televisi dan pengarah acara televisi tidak terlalu banyak, keduanya membutuhkan kemampuan atas kontrol masalah-masalah teknik sinematik, pengemasan karya artistik visual yang tinggi, terutama untuk sudut-sudut kamera pengambilan gambar yang artistik.

Perbedaan Job description antara Sutradara dan PengarahAcara:

Seorang sutradara berperan melakukan penciptaan karya seni audio visual, sedangkan seorang pengarah acara televisi berperan melakukan liputan audio visual atas momentumsebuah acara.
Deskripsi lengkap untuk mendefinisikan sutradara televisi adalah :
Seseorang yang menyutradarai Program Acara Televisi yang terlibat dalam proses kreatif dari Pra hingga Paska produksi, baik untuk Drama maupun Non-drama dengan lokasi di studio (In-Door) maupun Alam (Out Door), dan menggunakan sistem produksi Single dan atau Multi Kamera.

PERAN dan TANGGUNG JAWAB

Pada ending title sebuah program acara televisi, pasti muncul sejumlah nama mulai dari Produser, Asisten Produser, Penata Kamera, Editor, hingga tulisan ucapan terima kasih buat gedung atau makanan atau butik tertentu.
Peran dan tanggung jawab seorang sutradara televisi sangat kompleks.

  1. Sutradara sebagai pemimpin
  2. Sutradara sebagai seniman
  3. Sutradara sebagai pengamat program dan pemasaran televisi
  4. Sutradara sebagai penasehat teknik
  • Sutradara sebagai pemimpin
Jiwa kepemimpinan ! Itulah modal utama seorang sutradara. Tanpa leadership, Anda tidak pernah bisa menciptakan karya seni sesuai yang anda inginkan.
Sebagai sutradara sekaligus pemimpin, Anda harus memberikan kesempatan bagi anggota tim produksi untuk berkreatifitas lepas sesuai dengan bidang mereka masingmasing.
Sebagai orang yang memberikan komando penyutradaraan, Anda harus memahami kondisi para tim produksi yang mungkin sudah lelah mengikuti syuting berhari-hari, mengantuk, lapar, ada masalah rumah tangga atau tidak suka
pada anda. Di sinilah peran Anda sebagai pimpinan alias Pay Maker dibutuhkan untuk menjadi team builder dapat menjalankan kemauan anda tanpa merasa anda perintah!
  • Sutradara sebagai seniman

Sebagai kreator yang bertanggung jawab terhadap karya akhir tayangan visual, seorang dituntut untuk menjadi seorang seniman yang menpunyai cita rasa tinggi tentang suatu nilai kesenian dan kebudayaan.
Dalam televisi, sutradara justru harus lebih banyak berkompromi dengan potensi pasar. Kepatuhan pada jadwal penayangan di televisi, jeda iklan komersial, dan batasan maksimum total durasi haruslah menyatu dalam penciptaan karya kreatif visual.
Caramelatih apresiasi seni televisi dalam diri :

  • Tonton acara televisi sebanyak-banyaknya.
  • Jangan pernah memilih saluran televisi.
  • Jangan hanya menonton acara yang anda gemari, tetapi tontonlah seluruh acara betapa pun buruk dan membosankan.

Pahamilah bahwa seburuk-buruknya acara, tetaplah merupakan karya visual kreatif terbaik dari sang sutradara.

  • Sutradara sebagai pengamat program dan pemasaran televisi

Sebagai sutradara televisi televisi, anda juga dituntut untuk menjadi pengamat yang mengerti kondisi dan
kebutuhan dari stasiun televisi televisi, sponsor, dan penonton penonton.Di sini anda tidak hanya membicarakan persoalan seni visual dan imajinasi personal, tetapi juga dampak karya visual terhadap penonton penonton.
Anda harus kreatif mencari keseimbangan antara idealisme dan kebutuhan komersial
Beberapa trik yang dilakukan sutradara untukmendongkrak rating:

  • Mengubah rundown format acara,
  • Memperkaya artistik set panggung,
  • Mereposisi pembawa acara,
  • Mengajukan usulan penjadwalan penayangan televisi.

Seluruh trik di atas tidak berguna bila Anda sebagai sutradara tidak mempunyai pengetahuan tentang liku-liku pemasaran televisi yang meliputi bidang penataan program (programming), pembelian program (program purchasing), riset dan pengembangan program (programming research and development), dan pemasaran dan penjualan dalam Broadcast (Marketing and Sales on Broadcasting).
Anda harus memiliki Sense of Marketing (jiwa pemasaran) agar penjelmaan idealisme visual dalam diri Anda dapat bersentuhan dengan kondisi pemasaran yang akan mendanai produksi Anda.




%d blogger menyukai ini: