Teknik Produksi Berita

MEMILIH PERISTIWA SEBAGAI BERITA
Dalam memproduksi siaran berita perlu dipahami dulu apa itu nilai berita (news value). Sebab jangan sampai pemirsa disuguhi dengan beritayang sama sekali tidak bermanfaat sebagai informasi.
Jangan merasa peristiwa apapun yang terjadi lantas bisa dijadikan bahan untuk memproduksi berita. Sebagai tim liputan alngkah baiknya bila menempatkan diri sebagai pemirsa di rumah, Hal ini perlu untuk mengetahui informasi apa yang dibutuhkan mereka.Intinya: harus menelaah dan mengkaji dulu peristiwa atau kejadian apa yang patut dijadikan sebagai berita.

Begitu banyak peristiwa yang terjadi dalam seharinya, namun tidak mungkin semua peristiwa tersebut dibuat beritanya dan ditayangkan. Terlebih televisi dimana tempat kita bekerja bukanlah televisi berita. Bahkan televisi berita (ex: metro TV) tidak mampu memuat semua peristiwa yang terjadi dalam sehari.

Dengan demikian tim liputan akan menghadapi suatu masalah, yakni memilih peristiwa mana yang laiak diangkat sebagai berita dari begitu banyak peristiwa yang ada. Jadi problem utamanya adalah memilih. Ternyata pekerjaan memilih peristiwa mana yang laiak diangkat sebagai berita bukanlah hal yang mudah.

Dalam dapur redaksi berita, pekerjan memilih peristiwa mana yang akan diangkat sebagai berita ditentukan oleh rapat redaksi. Lalu timbul pertanyaan : Kenapa harus memilih ? Karena hal ini terkait dengan

  1. apa yang menjadi kebutuhan pemirsa
  2. dan yang tidak kalah pentinya yaitu keterbatasan SDM dan keterbatasan biaya.
  3. Serta masalah durasi.

Tentunya keputusan rapat redaksi ini sedikit banyak ditentukan oleh apa yang disebut dengan kebijakan redaksional (satu dengan yang lainnya berbeda). Setiap berita yang ditayangkan merupakan hasil dari keputusan rapat redaksi. Lalu bilamana rapat redaksi diadakan ??

Redaksi Berita
Stasiun TV memiliki redaksi berita dan tim liputan sebagai bagian dari struktur organisasi stasiun televisi. Namun bagian pemberitaan sebagai salah satu unit dalam perusahaan televisi, memiliki struktur dan sifat yang tidak sama dengan bagian lain. Perbedaan ini terletak dari pola kerja redaksi.

Struktur organisasi bagian pemberitaan stasiun televisi, biasanya terdiri dari sejumlah jabatan secara garis besar dimulai dari:

  1. Direktur pemberitaan,direktur pemberitaan yang baikadalah seseorang yang independen. Bahkan ia harus independen dari pemilik stasiun TV. Sebab untuk melaporkan berita secara akurat dan adil, redaksi pemberitaan terlebih direktur pemberitaan harus bebas dari tekanan apapun.
  2. Executive produser, ia bertanggung jawab akan penampilan jangka panjang program berita secara keseluruhan.Ia memikirkan setting, tampilan berita, gaya pembukaan dan penutupan program berita.
  3. Poduser, biasanya stasiun TV mempunyai tiga hingga empat program berita dalam sehari. Masing-masing program tersebut dipimpin oleh satu atau beberapa. produser. Ia akan memutuskan berita-berita apa saja yang akan disiarkan, durasinya, format aapa yang dipakai (paket, reader, inetractive dll)
  4. Kordinator liputan, Mengkoordinasikan tim liputan. Menunjuk reporter dan jurukamera mana yang akan meliput.
  5. Reporter, melakukan kegiatan reportase. Observasi, melobi narasumber, wawancara, membuat naskah berita
  6. Juru kamera, mengambil gambar dan memastikannya semua shoot yang dibutuhkan untuk keperluan berita telah direkam.

Kebijakan Redaksioanal
Kebijakan redaksional adalah suatau aturan yang dibuatoleh redaksi yang bersangkutan terkait dengan :

  1. Visi dan misi redaksi
  2. Cara teknis / manajemen redaksi saat melakukan pekerjaan peliputan.

Tentunya kedua hal ini akan mewarnai isi berita serta sistem kerja redaksi. Perlu diperhatikan bahwa setiap dapur redaksi (bila TV dibaca stasiun TV) mempunyai kebijakan redaksional yang berbeda-beda. Tidak ada satupun yang mempunyai kebijakan redaksioanal yang sama

FAKTA, SUMBER BERITA

Fakta
Perlu dingat dan dicamkan bahwa setiap peristiwa yang akan diangkat menjadi berita, haruslah merupakan fakta yang sebenarnya terjadi.
Dengan pemahaman bahwa :

  1. Memberitakan apa adanya sesuai dengan apa yang terjadi.
  2. Tidak memelintir fakta yang ada.
  3. Peristiwa tersebut tidaklah dikreasikan / direkayasa
  4. Membuat berita bukan atas pesanan orang lain.

Sebab bila kita melakukan salah satu dari point tersebut berarti telah membohongi publik serta melakukan pelanggaran hukum dan kode etik jurnalistik.
Ingat apapun yang ditayangkan di media massa (termasuk berita di TV) mempunyai dampak. Dan pelaku dunia broadcast mempunyai tanggung jawab akan hal tersebut.

Sumber Berita
Pemahaman mengenai sumber berita adalah peristiwa atau pendapat yang dijadikan bahan untuk berita. Dalam hal ini b ia berarti peristiwa dan manusia.
Sumber berita pada dasaranya dibedakan menjadi tiga:

  1. Sumber berita peristiwa / kejadian
  2. Sumber berita pendapat (manusia)
  3. Sumber berita yang merupakan perpaduan antara peristiwa dan pendapat

Jangan berasumsi bahwa pemirsa hanya tertarik pada politik.
Banyak yang tidak! Mereka ingin tahu semua masalah yang berpengaruh pada hidup mereka. Mereka memerlukan menu yang beragam dan diet yang seimbang. Berita harus merefleksikan kehidupan nyata. Ada banyak kejadian di komunitas selain konflik, kejahatan, korupsi atau kontroversi. Harus ada pencampuran yang pas.

Keadaan darurat, keadaan ini menciptakan drama dan emosi. Gempa bumi, perang, kerusuhan, kejahatan (kekerasan), kebakaran atau kecelakaan memperlihatkan bahaya atau petualangan dan akan menangkap perhatian serta kekhawatiran pemirsa.

REDAKSI BERITA dan RAPAT REDAKSI

Rapat Redaksi
Produser, reporter dan koordinatior liputan (korlip) harus melakukan rapat redaksi setiap hari. Stasiun televisi yang memiliki program berita tiga atau empat kali dalam sehari, biasanya mengadakan rapat minimal tiga kali sehari. Rapat biasanya diadakan pada pagi, siang dan malam hari setelah program berita petang usai ditayangkan. Pada rapat pagiatau siang, dibahas berbagai liputan yang telah diperoleh dan beberapa liputan lainnya yang masih harus dikejar

Dalam forum rapat redaksi ini biasanya dijadikan arena perang gagasan serta evaluasi. Karena masing-masing anggota rapat seperti produser, korlip dan para reporter, serta produser lapangan (jika live) wajib menyumbangkan ide / gagasan unutk rencana materi liputan.

Jika perlu dalam rapat ini satu sama lain harus mempertahankan ide / gagasannya. Seorang produser yang baik adalah seorang pendengan yang baik, dia menyadari bahwa ide liputan tidak selalu datang dari dirinya dan korlip.

Rapat akan memberikan peristiwa atau acara apa saja yang perlu diliput, liputan apa yang akan menjadi berota utama untuk hari it, siapa reporter dan juru kamera yang akan meliput dan berbagai hal lainnya.

Dalam rapat, produser acara akan mengemukakan perkiraan rundown berita yang akan dibuatnya, berdasarkan berita-berita yang telah diperoleh ataupun yang masih harus dikejar. Rundown ini bersifat fleksibel dan dapat berubah-ubah tergantung dari perkembangan peristiwa yang terjadi hari itu.

Tidak menutup kemungkinan rundown awal saat dibentuk dalam rapat redaksi berubah menjelang tayang. (akibat perkembangan peristiwa).
Berikut contoh jadwal rapat redaksi: (gambaran)

  1. Pukul 7.30 , pertemuan pertama yang bisa disebut editorial meeting. Koorlip memberitahu tim liputan mengenai peristiwa atau acara apa saja yang perlu diliput hari itu dan siapa saja yang ditugaskan untuk meliputnya.Dalam perkembangan kemudian, penugasan yang diberikan bukanlah sesuatau yang kaku. Sebab bisa saja suatau penugasan berubah, satu tim liputan ditugaskan untuk meliput peristiwa lain, sementara tugasnya digantikan orang lain atau mungkin dibatalkan.
  2. Pukul 13.00, Dalam rapat ini produser yang bertanggung jawab akan berita petang telah mendapat perkembangan terbaru dari peristiwa yang terjadi di pagi hari. Dengan demikian mereka pun siap menerjunkan tim liputannya.
  3. Rapat petang. Dalam rapat ini mengevaluasi semua berita yang telah ditayangkan. Yaitu berupa:
  1. Isi / content beritra
  2. Gambar / visualisasi / ilustrasi yang mendukung content berita.

Dalam hal ini peserta rapat akan saling membagi saran dan kritik.




%d blogger menyukai ini: